Oleh indsmart
2 hours ago
Indsmart.co, Sukabumi — Sore yang cerah di Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi tiba-tiba berubah menjadi petaka kelam pada Jumat sekitar pukul 15.20 WIB. Gema adzan Ashar yang baru saja berkumandang di pemukiman padat penduduk itu seketika terputus oleh raungan klakson panjang dan dentuman keras benturan besi yang memekakkan telinga.
Sebuah kecelakaan maut meluluhlantakkan perlintasan sebidang rel kereta api. Kereta Api (KA) Pangrango 227A relasi Sukabumi-Bogor menabrak keras sebuah Mitsubishi Truck Canter Box bernomor polisi F 8364 TE milik PT Porto Food Indonesia.
Truk yang terpelanting brutal tidak hanya hancur, namun juga menciptakan efek domino mengerikan yang merenggut satu nyawa dan menyebabkan dua orang lainnya kritis.
“Bunyinya kayak besi nabrak besi aja, Pak. Deng! Keras sekali. Beng! Cuma sekali,” ujar Udin (46), warga RT 05/RW 07 yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Peristiwa tragis ini bermula saat truk box yang dikemudikan oleh Hermawan Marta Gunawan (33), seorang buruh harian lepas asal Lembursitu, Kota Sukabumi, tengah melaju dari arah Nagrak menuju Karangtengah. Arus lalu lintas sore itu terbilang ramai di jalan pemukiman yang kering tanpa marka tersebut.Nahas, saat roda-roda truk box mulai menaiki bantalan rel perlintasan sebidang, dari arah Sukabumi meluncur KA Pangrango 227A yang diawaki oleh Masinis Fery dan Asisten Masinis Lamhot menuju Bogor.
Udin yang saat itu berada di dekat area perlintasan mengaku hanya mendengar satu kali peringatan dari kereta sebelum benturan hebat terjadi.
“Saya hanya dengar bunyi klakson kereta sekali dari arah Sukabumi ke Bogor. Bunyi klakson sekali, langsung bunyi “der” tubrukan,” kenang Udin.
Karena jarak yang sudah terlanjur dekat, pengereman mustahil dilakukan. Truk tersebut dihantam telak dan terseret ke sisi kiri rel. Truk box yang terdorong secara brutal seketika menyapu ruang sempit di pemukiman sekitar rel. Tepat di dekatnya, Rizki Audia Esa Pratama (31) alias Iki, sedang berdiri membawa gerobak untuk membuang sampah. Iki yang dikenal warga sebagai relawan kebersihan lingkungan setempat tak sempat menyelamatkan diri. Ia terkapar dengan luka robek terbuka yang parah di kedua tangan serta cedera kepala ringan.
Namun, nasib paling memilukan menimpa Dodi (43), seorang wiraswasta asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Dodi yang tengah mengendarai sepeda motor Yamaha Mio J berplat F 3940 TR di jalan pemukiman sebelah kiri rel langsung tersapu hantaman truk. Tubuh dan motornya masuk jauh ke kolong kendaraan. Truk box itu akhirnya terguling ke kiri, menjepit Dodi dan motornya di bawah beban berat kendaraan.
Tragisnya, keberadaan Dodi sempat tidak disadari oleh warga yang panik melakukan pertolongan pertama pada sopir dan Iki.
“Yang ketahuan terakhir di bawah kolong mobil ada yang meninggal, kegusur mobil yang bawa motor itu saya asli enggak ngeh, enggak lihat itu mah. Mungkin 1 jam pasca-kejadian baru diketahui kalau di kolong mobil ada orang,” tutur Udin.

Dengan nada bergetar. Dodi dinyatakan meninggal dunia di tempat dengan luka parah di sekujur tubuh.Kecelakaan maut ini kembali membuka fakta pahit mengenai fasilitas keselamatan masyarakat. Di perlintasan sebidang Kampung Babakan sebenarnya terdapat fasilitas palang pintu kereta api. Namun, alat tersebut hanyalah sebuah pajangan fisik yang mati total dan tidak berfungsi.
“Palang pintu kebetulan ada Pak, secara fisiknya mah. Cuma secara fungsi dia enggak fungsi, jadi enggak hidup itunya,” beber Udin.
Selama ini, keselamatan di perlintasan padat tersebut murni bersandar pada aksi heroik warga lokal yang menjadi sukarelawan dadakan tanpa bayaran.
“Sampai detik sekarang masih manual dijagain sama orang kalau ada kereta lewat. Itu warga aja, sifatnya sukarelawan aja, Pak. Jadi kalau dengar ada bunyi klakson kereta, biasanya warga dengan sukarela jagain motor, mobil, enggak boleh lintas dulu,” tambah Udin.
Data Korban dan EvakuasiPihak kepolisian dan petugas PT KAI segera merilis data resmi korban dari insiden berdarah ini:
Korban Meninggal Dunia (MD) – 1 Orang:Sdr. Dodi (43) | Pengendara Yamaha Mio J (Warga Kp. Serbaguna, Kab. OKU Timur). Mengalami luka robek kepala dan pipi, luka serut perut, patah lengan bahu kanan, patah kaki jari kiri, serta telapak kaki kanan robek.
Korban Luka-Luka / Kritis (LR) – 2 Orang:Sdr. Hermawan Marta Gunawan (33) | Sopir Truk Box (Warga Kp. Cicadas Hilir, Kota Sukabumi). Mengalami dislokasi bahu kiri, sobek pipi kiri, dan pendarahan dari hidung serta gigi bawah. Dievakuasi warga menggunakan taksi online (Grab) menuju RS Sekarwangi.
Sdr. Rizki Audia Esa Pratama (31) | Pejalan Kaki/Relawan Sampah (Warga Kp. Babakan, Cibadak). Mengalami luka robek terbuka lebar di tangan kiri dan punggung tangan kanan, serta cedera kepala ringan.
Total kerugian materiil akibat hancurnya truk box dan sepeda motor ditaksir mencapai 50 Juta Rupiah. Sementara itu, kru KA Pangrango dilaporkan selamat tanpa luka.
Pasca-tabrakan, KA Pangrango sempat tertahan di lokasi selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan kembali menuju Bogor. Ratusan warga tampak berkerumun menyaksikan proses evakuasi dramatis bangkai kendaraan yang menjepit korban. Kasus ini kini dalam penanganan penuh Satlantas Polres Sukabumi untuk mengusut tuntas penyebab kelalaian. (RED)