Pasar Kian Terbuka, Bobby Minta UMKM Sukabumi Perkuat Inovasi dan Promosi Digital

IMG_20261029_125927

Indsmart.co, Sukabumi – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi didorong untuk memanfaatkan peluang pasar yang terbuka seiring pengembangan konektivitas wilayah, termasuk melalui Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Inovasi produk, penguatan ciri khas lokal, dan pemasaran digital menjadi modal penting agar pelaku usaha dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menilai sektor kuliner dan pariwisata berpotensi menjadi ruang pertumbuhan bagi UMKM. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi kesiapan pelaku usaha dalam membaca perubahan pasar dan meningkatkan daya saing produk.

Pesan itu disampaikan Bobby dalam kegiatan Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bertema “Sasarengan Berkarya, Tumuwuh, Berdaya, kanggo Sukabumi Sejahtera” di Gedung Juang Kota Sukabumi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Bobby, terbukanya konektivitas wilayah perlu direspons dengan kesiapan produk yang mampu menarik minat masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah. Pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan potensi lokasi, tetapi juga perlu memastikan produk memiliki kualitas dan daya tarik yang kompetitif.

Salah satu langkah yang didorong adalah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Dengan strategi pemasaran digital yang tepat, produk lokal berpeluang dikenal lebih luas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran secara langsung.

“Melalui pemasaran digital, pelaku UMKM memiliki peluang untuk membangun identitas produk sekaligus meningkatkan daya tarik di tengah persaingan usaha,” kata Bobby.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa promosi harus dibarengi inovasi dan konsistensi kualitas. Kepercayaan konsumen menjadi faktor penting untuk mempertahankan pelanggan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha dalam jangka panjang.

Bobby juga mengapresiasi kontribusi PNM melalui program PKU dan TJSL yang mendukung pengembangan kapasitas pelaku usaha. Menurutnya, pemberdayaan UMKM perlu diarahkan tidak hanya pada akses pembiayaan, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemampuan mengelola bisnis secara profesional.

Pelaku usaha, lanjutnya, perlu memiliki perencanaan keuangan yang baik, menggunakan modal secara produktif, serta disiplin dalam memenuhi kewajiban pembiayaan. Pengelolaan yang terukur akan membantu menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus membuka ruang bagi pengembangan usaha.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin penting di tengah persaingan yang menuntut pelaku UMKM bergerak adaptif. Kemampuan memahami kebutuhan konsumen, menentukan strategi pemasaran, dan mempertahankan kualitas produk akan memengaruhi kemampuan usaha memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

Karena itu, sinergi antara Pemerintah Kota Sukabumi, PNM, OJK, BRI, Pegadaian, dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM.Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong lahirnya usaha yang lebih mandiri dan berdaya saing, sekaligus memperkuat sektor kuliner dan pariwisata sebagai bagian dari potensi ekonomi daerah.

Dengan persiapan yang matang, UMKM Kota Sukabumi diharapkan mampu memanfaatkan peluang pasar yang semakin terbuka, memperluas jangkauan pemasaran, dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. (RED)

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini