Zainul Munasichin Ingatkan Pentingnya Empat Pilar di Tengah Derasnya Arus Informasi

Anggota DPR RI Zainul Munasichin saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sukabumi. Foto istimewa
Anggota DPR RI Zainul Munasichin saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sukabumi. Foto istimewa

Indsmart.co, Sukabumi – Anggota DPR RI Zainul Munasichin mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan pijakan nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial.

Hal itu disampaikan Zainul saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Fresh Hotel Sukabumi, Rabu (26/8/2026).

Zainul mengatakan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar materi yang perlu dihafalkan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat Pilar bukan hanya untuk diingat atau dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan kita sebagai masyarakat dan sebagai bangsa,” kata Zainul.

Dia menilai perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, derasnya informasi juga membawa tantangan, terutama ketika masyarakat menerima dan menyebarkan informasi tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya.

Zainul meminta masyarakat lebih kritis menyikapi informasi yang berpotensi memicu perpecahan.
Menurutnya, perbedaan pilihan politik, pandangan maupun latar belakang sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.

“Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Kita boleh berbeda pilihan dan pendapat, tetapi persatuan harus tetap dijaga,” ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman, kata dia, merupakan bagian dari identitas Indonesia yang harus dirawat bersama.

Dia juga mendorong pengamalan nilai Pancasila dimulai dari lingkungan paling dekat, seperti keluarga, lingkungan tempat tinggal, hingga ruang publik.
Gotong royong, saling menghormati, menjaga toleransi dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah disebut sebagai contoh sederhana penerapan nilai kebangsaan.

Zainul berharap Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peserta diharapkan dapat meneruskan pesan kebangsaan tersebut kepada masyarakat di lingkungannya.
“Kalau nilai-nilai kebangsaan kuat di masyarakat, kita akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan dan perbedaan yang ada,” kata dia. (RED)

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini