Zainul Munasichin Ajak Santri Sukabumi Perkuat Nilai Empat Pilar Kebangsaan

Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin berdialog dengan peserta dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sukabumi. Foto : istimewa
Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin berdialog dengan peserta dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sukabumi. Foto : istimewa

Indsmart.co, Sukabumi – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, mengajak para santri untuk terus memperkuat pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan sebagai fondasi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ajakan tersebut disampaikan Zainul saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Assalam Putri, Desa Sukaharja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan diikuti para santri, pengasuh pesantren, serta masyarakat sekitar.

Dalam pemaparannya, Zainul menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya memahami ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

“Empat Pilar ini menjadi perekat bangsa. Ketika masyarakat memahami dan mengamalkannya, maka potensi konflik dan polarisasi dapat diminimalisir,” ujar Zainul.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, terutama di tengah derasnya arus informasi dan berkembangnya media sosial. Karena itu, masyarakat, khususnya generasi muda, perlu memiliki pemahaman yang utuh mengenai nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah persatuan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Perbedaan adalah kekuatan bangsa, bukan alasan untuk saling bermusuhan. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Zainul menilai lingkungan pesantren menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan semangat nasionalisme yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Selama ini, pesantren telah berkontribusi besar dalam melahirkan generasi yang berakhlak sekaligus memiliki komitmen terhadap keutuhan bangsa.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog mengenai tantangan kebangsaan yang dihadapi generasi muda, termasuk pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan.

Melalui sosialisasi tersebut, Zainul berharap para santri dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing dalam mengamalkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, sehingga mampu memperkuat persatuan serta menjaga keutuhan Indonesia di masa depan. (RED)

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini