Oleh indsmart
2 weeks ago
Indsmart.co, Sukabumi – Anggota DPR RI Zainul Munasichin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hoaks dan polarisasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital.
Pesan itu disampaikan Zainul saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Augusta Hotel Sukabumi, Minggu (30/8/2026).
Menurut Zainul, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diikuti kemampuan memilah informasi agar tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Ia menilai informasi yang mengandung provokasi, ujaran kebencian, maupun narasi yang mempertentangkan kelompok masyarakat berpotensi memperlebar perbedaan.
Dalam kondisi tersebut, kata Zainul, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan menjadi penting untuk terus diingatkan dan diamalkan.
Empat Pilar yang terdiri atas Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, menurut dia, bukan sekadar materi yang disampaikan dalam forum sosialisasi. Nilai tersebut harus menjadi pegangan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang membuat kita kehilangan persaudaraan. Kita boleh berbeda, tetapi persatuan harus tetap dijaga,” ujar Zainul.
Jangan Mudah Terprovokasi
Zainul mengatakan tantangan menjaga persatuan saat ini tidak selalu berbentuk konflik terbuka. Perpecahan juga dapat muncul dari informasi yang terus diproduksi dan disebarkan tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.
Karena itu, dia mengajak masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima, terutama konten yang sengaja dibuat untuk memancing emosi atau mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
“Hoaks jangan sampai menjadi bahan yang memecah masyarakat. Kita harus lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi,” katanya.
Menurutnya, sikap kritis terhadap informasi merupakan bagian dari upaya menjaga kehidupan demokrasi sekaligus persatuan.
Masyarakat, lanjut Zainul, memiliki hak untuk berbeda pendapat. Namun, perbedaan tersebut harus tetap ditempatkan dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara.
Empat Pilar Bukan Sekadar Hafalan
Zainul menegaskan penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan sosialisasi. Nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar harus terlihat dalam perilaku sehari-hari.
Gotong royong, menghormati perbedaan, menjaga toleransi dan mengedepankan musyawarah menjadi bentuk sederhana pengamalan nilai kebangsaan.
Dia berharap peserta sosialisasi dapat menjadi bagian dari masyarakat yang ikut menjaga ruang publik tetap sehat, terutama di tengah meningkatnya penggunaan media sosial.
“Indonesia dibangun dari keberagaman. Tugas kita bukan menghilangkan perbedaan, tetapi mengelola perbedaan menjadi kekuatan bersama,” tutur Zainul.
Ia menilai penguatan nilai kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki daya tahan menghadapi berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan.
Bagi Zainul, menjaga persatuan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat memiliki peran yang sama pentingnya, dimulai dari lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang digital. (RED)