Garda Nusantara Lahir Sang Penjaga Angkasa Hutan Indonesia

Anak Elang Jawa Berusia 2 Minggu Bernama Garda Nusantara Diam Disarang Pohon Rasamala di TNGHS. Foto : Balai TNGHS
Anak Elang Jawa Berusia 2 Minggu Bernama Garda Nusantara Diam Disarang Pohon Rasamala di TNGHS. Foto : Balai TNGHS

Indsmart.co, Sukabumi – Seekor anak elang jawa (Nisaetus bartelsi) menetas di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kelahiran ini menjadi kabar baik bagi upaya konservasi sekaligus menandai pertumbuhan populasi burung yang jadi inspirasi Garuda di alam liar.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menyematkan nama Garda Nusantara untuk elang jawa muda tersebut saat kunjungan kerja di Balai TNGHS, Kecamatan Kabandungan, Pada Selasa Pagi, (08/04/2026).

“Garda artinya pengawal atau penjaga. Harapannya, elang jawa Garda Nusantara ini bisa menjadi penjaga alam hutan Indonesia melalui angkasa,” ujar Rohmat Marzuki.

Rohmat menegaskan elang jawa merupakan predator kunci yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Satwa ini juga dikenal sebagai representasi lambang negara Garuda.Kondisi tutupan hutan di Pulau Jawa yang kini tersisa kurang dari 30% menjadi perhatian serius dalam upaya pelestarian.

“Elang jawa adalah predator kunci. Mereka membutuhkan pohon-pohon tinggi di pegunungan untuk bersarang. TNGHS adalah salah satu habitat krusial yang harus kita jaga bersama. Populasinya meningkat di seluruh Jawa. Dengan penguatan perlindungan di kawasan TNGHS, kita optimistis semakin banyak individu yang bersarang dan berkembang biak di sini,” ungkapnya.

Sementara Pengendali Ekosistem Hutan TNGHS Wardi Septiana menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 58 individu elang jawa yang menghuni area seluas 36.000 hektare di kawasan Gunung Halimun dan Salak. Pemantauan rutin dilakukan terhadap 10 sarang aktif setiap tahun yang tersebar di kawasan Gunung Salak dan Halimun.

“Salah satunya adalah sarang yang baru saja menetas ini, usianya sekitar dua minggu, yang tadi diberi nama Garda Nusantara oleh Pak Wamen,” ujar Wardi.

Upaya pengamanan habitat dilakukan secara ketat melalui sistem Smart Patrol untuk mencegah gangguan, terutama aktivitas ilegal di sekitar sarang. Setiap resor pengelolaan melakukan monitoring rutin mingguan. Fokus utama kami adalah menjaga pohon sarang agar tidak terganggu oleh aktivitas ilegal. Monitoring intensif ini sudah kami lakukan sejak 2015,” jelasnya.

Elang Jawa bukan sekadar satwa, melainkan identitas bangsa yang identik dengan Burung Garuda, lambang negara Indonesia. Sebagai predator puncak dalam rantai makanan, kehadiran Elang Jawa menjadi indikator vital bagi kesehatan ekosistem hutan di Pulau Jawa.(RED)

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini