Oleh indsmart
2 weeks ago
Indsmart.co, Sukabumi -Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat intervensi penanganan stunting melalui pendekatan terpadu berbasis kesehatan dan perbaikan hunian. Hal ini ditunjukkan dalam peninjauan Program “BerSeKa” (Bersih Sehat untuk Kota) oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Senin (6/4/2026).
Kegiatan berlangsung di RT 04 RW 04 Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong, dengan fokus pada bedah rumah milik keluarga balita stunting bernama Ardiansyah. Program ini menjadi bagian dari strategi penanganan stunting yang tidak hanya menyasar aspek gizi, tetapi juga lingkungan tempat tinggal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Camat Warudoyong, serta Lurah Sukakarya beserta jajaran. Dalam kesempatan itu, pemerintah memastikan bahwa penerima manfaat berasal dari kelompok ekonomi terbawah.
Wakil Wali Kota Bobby Maulana menjelaskan bahwa keluarga Ardiansyah masuk kategori desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sehingga menjadi prioritas utama dalam intervensi pemerintah.
“Penanganan stunting harus dimulai dari perbaikan kualitas hidup secara menyeluruh, termasuk kondisi rumah yang sehat dan layak huni,” ujarnya.
Program BerSeKa sendiri merupakan inisiatif berbasis zakat yang digagas Dinas Kesehatan, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Selain renovasi rumah, intervensi juga dilakukan melalui pemberian asupan gizi seperti telur dan susu.
Setelah pembangunan rampung, Wali Kota dan Wakil Wali Kota meresmikan rumah tersebut melalui prosesi pengguntingan pita sebagai simbol selesainya program.
Dalam sambutannya, Ayep Zaki menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan stunting, kemiskinan ekstrem, dan pengangguran.
“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kota, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan menambahkan bahwa program BerSeKa akan terus dioptimalkan sebagai model intervensi terpadu yang menyasar akar persoalan stunting.
Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan dalam lima tahun ke depan angka stunting, kemiskinan, dan pengangguran dapat ditekan hingga nol atau menjadi yang terendah di Indonesia. (RED)