Oleh indsmart
1 month ago
Indsmart.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kredibilitas fiskal Indonesia di hadapan pelaku usaha Amerika Serikat.
Dalam forum Gala Iftar Dinner Business Summit di U.S. Chamber of Commerce, Washington, D.C., Kepala Negara menyampaikan pesan kuat tentang kesinambungan kebijakan ekonomi, disiplin fiskal, serta reformasi tata kelola sebagai fondasi iklim investasi yang kondusif, Rabu (18/2/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dan rekam jejak fiskal yang kredibel. Ia menegaskan, sepanjang sejarahnya Indonesia tidak pernah gagal bayar utang negara.
“Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Pemerintahan berikutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya,” ujar Prabowo, dikutip indsmart.co dari portal Kemensetneg, Sabtu (21/2/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan atas komitmen kesinambungan kebijakan fiskal lintas pemerintahan, sekaligus memberikan sinyal kepercayaan bagi investor internasional bahwa stabilitas makroekonomi Indonesia terjaga di tengah dinamika global.
Reformasi Tata Kelola dan Penegakan Hukum
Selain stabilitas fiskal, Presiden juga menekankan pentingnya reformasi tata kelola dan penegakan hukum sebagai bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberantas korupsi serta menindak aktivitas ekonomi ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
Ia mengungkapkan telah menutup 1.000 tambang ilegal yang beroperasi di kawasan hutan lindung, serta menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar ketentuan konsesi dan regulasi.
“Kami menegakkan hukum dan berupaya menciptakan kepastian proses hukum. Semua ini akan memperkuat stabilitas sosial dan politik, sekaligus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan bisnis dan ekonomi,” tegasnya.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya membangun kepastian regulasi—faktor krusial dalam menarik investasi jangka panjang dan memperkuat daya saing nasional.
Investasi Besar pada Sumber Daya Manusia
Di bidang pembangunan manusia, Presiden mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak. Namun ia menegaskan pendekatannya adalah menghadapi persoalan secara langsung dan mencari solusi konkret.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, pemerintah akan membangun sepuluh universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine). Langkah ini ditempuh untuk menjawab kekurangan sekitar 140 ribu dokter di Indonesia, sementara saat ini hanya sekitar 10 ribu dokter yang lulus setiap tahun.
Selain itu, pemerintah juga memulai pembangunan 500 sekolah menengah berkualitas tinggi serta membuka kolaborasi pendidikan dengan sejumlah universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat. Investasi pada sektor pendidikan tersebut diposisikan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sinyal Kepercayaan Global
Momentum Iftar di Washington menjadi bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia untuk memperkuat posisi di panggung global. Di hadapan komunitas bisnis Amerika, Presiden menegaskan bahwa stabilitas fiskal, kepastian hukum, serta reformasi struktural akan berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia.
Dengan kombinasi tersebut, pemerintah berupaya menempatkan Indonesia sebagai mitra strategis yang kredibel, stabil, dan terbuka terhadap investasi berkualitas. Diplomasi ekonomi di Washington pun menjadi penegasan bahwa Indonesia tidak hanya menjaga stabilitas domestik, tetapi juga aktif membangun kepercayaan internasional. (RED)