Oleh indsmart
5 months ago
Indsmart.co, Sukabumi – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas capaian pembangunan dan tantangan yang masih mengemuka. Salah satu isu yang menonjol adalah keterbatasan fiskal daerah, termasuk stagnasi tunjangan aparatur selama empat tahun terakhir.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus dimaknai sebagai ajang evaluasi sekaligus dorongan untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat.
“Kalau di daerah lain ada kenaikan tunjangan, di Sukabumi belum ada perubahan. Kondisi ini memang berat, tapi tidak boleh mengendurkan komitmen kami dalam melayani masyarakat,” kata Budi, Rabu (10/9).
Ia menambahkan, tantangan keterbatasan anggaran harus dijawab dengan inovasi kebijakan dan sinergi lintas pemerintahan. Arahan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam rapat paripurna istimewa, disebut menjadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi.
“Semua arahan Pak Gubernur sangat positif dan akan kami implementasikan. Sinergi dengan provinsi mutlak agar pembangunan lebih cepat dan merata,” ujarnya.
Budi menegaskan, usia 155 tahun harus menjadi titik balik Sukabumi dalam memperkuat program prorakyat. Tagline “Sukabumi Mubarokah”, kata dia, harus diwujudkan lewat kerja konkret, bukan sebatas slogan.
“Hari jadi ini momentum memperkuat kebersamaan, mempercepat pembangunan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tandasnya.
Editors: Alan