Transformasi Pendidikan Indonesia: Dari Reformasi ke Prabowo

20250210_211203_0000_NBCMsoQa79

Indsmart.co, JAKARTA – Sistem pendidikan di Indonesia terus berkembang seiring dengan perubahan kepemimpinan dan kebijakan pemerintah. Sejak era Reformasi 1998, berbagai sistem dan kurikulum telah diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dari otonomi daerah, zonasi sekolah, hingga digitalisasi pembelajaran, inilah jejak panjang perubahan pendidikan di Indonesia.

Era Reformasi: Awal Desentralisasi Pendidikan

Reformasi 1998 membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan Indonesia. Di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Yahya Muhaimin, pemerintah mulai menerapkan desentralisasi pendidikan, memberi kewenangan lebih besar kepada daerah dalam mengelola sekolah.

Puncaknya, pada 2003, lahirlah Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang menjadi landasan utama pendidikan modern di Indonesia. Kebijakan ini membuka jalan bagi berbagai inovasi dalam dunia pendidikan.

Era SBY: Bantuan Operasional Sekolah dan Kurikulum Baru

Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat, pendidikan semakin berkembang. Pada 2005, Menteri Bambang Sudibyo meluncurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu biaya pendidikan siswa.

Kemudian, pada 2013, Menteri Muhammad Nuh memperkenalkan Kurikulum 2013 (K-13) yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi dan pendekatan saintifik. Kurikulum ini bertujuan meningkatkan daya analisis siswa dibanding sekadar hafalan.

Era Jokowi: Zonasi dan Revolusi Merdeka Belajar

Ketika Joko Widodo menjabat, sistem pendidikan kembali mengalami perubahan besar. Menteri Muhadjir Effendy memperkenalkan sistem zonasi PPDB, yang bertujuan meratakan akses pendidikan bagi semua siswa, meski tetap menuai kontroversi.

Di era Menteri Nadiem Makarim, lahirlah revolusi Merdeka Belajar, yang memberikan fleksibilitas bagi sekolah dan guru dalam menentukan metode pengajaran. Ujian Nasional pun dihapus dan digantikan oleh Asesmen Nasional (AN) yang lebih menilai kompetensi siswa secara menyeluruh. Selain itu, Kurikulum Merdeka diperkenalkan, menekankan pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan karakter siswa.

Era Prabowo: Evaluasi dan Arah Baru Pendidikan

Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sistem pendidikan kembali dievaluasi. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, ditugaskan untuk mengkaji ulang berbagai kebijakan, termasuk sistem zonasi dan kurikulum yang berlaku.

Salah satu program unggulan Prabowo adalah Program Makan Gratis bagi Siswa Sekolah, yang bertujuan meningkatkan gizi dan konsentrasi siswa saat belajar. Pemerintah juga merencanakan pembangunan sekolah unggulan di berbagai daerah untuk meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan.

Ke Mana Arah Pendidikan Indonesia?

Dari era Reformasi hingga kini, sistem pendidikan Indonesia terus mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan tantangan zaman. Setiap kebijakan membawa dampak tersendiri bagi dunia pendidikan. Kini, masyarakat menantikan langkah konkret Prabowo dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih maju dan merata.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kebijakan baru ini akan membawa perubahan besar bagi masa depan pendidikan Indonesia? (bbs)

Editor: Alan

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini