Oleh indsmart
4 weeks ago
Indsmart.co, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi mendorong satuan pendidikan menjadi pusat pembentukan budaya pilah sampah sebagai upaya jangka panjang mengatasi persoalan lingkungan perkotaan.
Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menilai perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan dan pembiasaan di lingkungan sekolah.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan secara instan. Yang paling penting adalah mengubah budaya dan pola pikir masyarakat secara bertahap,” kata Bobby saat menghadiri sosialisasi dan kampanye lingkungan Restoe Boemi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, teknologi pengolahan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga.
Karena itu, sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan kebiasaan tersebut melalui pendidikan karakter dan literasi lingkungan kepada peserta didik.
Bobby mencontohkan sejumlah negara maju yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah.
“Perubahan budaya memang membutuhkan proses panjang, tapi harus dimulai sekarang,” ujarnya.
Ia berharap para kepala sekolah dan guru dapat mengintegrasikan praktik pilah sampah dalam aktivitas pembelajaran maupun kegiatan keseharian di lingkungan sekolah.
Dengan keterlibatan aktif dunia pendidikan, Pemkot Sukabumi menargetkan terbentuknya generasi yang memiliki kesadaran lingkungan lebih kuat serta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menciptakan kota yang lebih bersih dan sehat di masa depan. (RED)