Refleksi Setahun Kepemimpinan, Pemkot Sukabumi Siapkan Strategi Tangani Isu Perkotaan

Foto istimewa
Foto istimewa

Indsmart.co, Sukabumi – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan fokus pada penanganan isu-isu strategis perkotaan, mulai dari pengangguran, kemiskinan, hingga persoalan persampahan. Ketiga sektor tersebut diproyeksikan menjadi agenda prioritas pembangunan ke depan.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan refleksi bertema “Satu Tahun Pengabdian, Penyiapan Fondasi Pembangunan” yang digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026).

Dalam paparannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa dari 26 indikator pembangunan daerah, sejumlah tantangan utama masih perlu mendapatkan perhatian serius dan pendekatan terintegrasi. Menurutnya, isu pengangguran, kemiskinan, dan sampah bukan sekadar persoalan teknis, melainkan problem struktural yang memerlukan kerja kolektif lintas sektor.
“Itu menjadi kegiatan kolektif dari program kerja ke depan,” ujarnya.

Ayep menilai, penanganan pengangguran dan kemiskinan harus disinergikan dengan penguatan ekonomi lokal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sementara itu, dalam persoalan persampahan, Pemkot Sukabumi tengah mencari pola paling efektif agar pengelolaan dapat dilakukan secara mandiri di dalam kota.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Skema ini diharapkan mampu mengurangi beban pembuangan akhir sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

Di sisi lain, Ayep Zaki juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi pendukung keberhasilan program-program prioritas tersebut. Ia menilai birokrasi harus adaptif terhadap perubahan sistem kerja dan perkembangan teknologi.

“Orang Sukabumi itu pintar, tetapi kompetensinya harus terus dilatih agar mampu menyesuaikan ritme perubahan,” katanya.

Dalam refleksi tersebut, Ayep turut memaparkan capaian awal pemerintahan, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar 12,47 persen atau sekitar Rp54 miliar. Ia optimistis tren positif tersebut dapat mendukung pembiayaan program prioritas secara berkelanjutan.

Kegiatan refleksi juga diwarnai dengan penyerahan Qordhul Hasan kepada penerima manfaat, santunan anak yatim, serta tausiah reflektif dari Ketua MUI Kota Sukabumi, KH Ahmad Nawawi Sadili.

Melalui momentum satu tahun kepemimpinan ini, Pemkot Sukabumi menegaskan arah pembangunan tidak hanya bertumpu pada capaian angka makro, tetapi pada strategi konkret dalam menjawab tantangan khas perkotaan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (RED)

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini