Oleh indsmart
4 weeks ago
Indsmart.co, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan peningkatan signifikan penyaluran kredit perbankan sebagai salah satu strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam dua tahun ke depan.
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menyebutkan, saat ini dana simpanan masyarakat di perbankan Kota Sukabumi telah mencapai sekitar Rp10 triliun, namun penyaluran kredit atau lending baru berada di kisaran Rp5 triliun.
“Artinya masih ada ruang yang sangat besar untuk mendorong peningkatan pembiayaan produktif di daerah,” ujar Ayep Zaki dalam kegiatan sosialisasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Sukabumi di Opproom Setda, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, optimalisasi penyaluran kredit menjadi langkah penting untuk mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Saat ini pembiayaan bagi sektor UMKM di Kota Sukabumi tercatat sekitar Rp1,5 triliun. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut meningkat hingga Rp3 triliun dalam beberapa tahun ke depan.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sektor perbankan agar penyaluran pembiayaan lebih berpihak pada sektor produktif.
Pemkot Sukabumi juga mendorong agar rasio penyaluran kredit minimal dapat menyamai dana yang dihimpun dari masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang pada 2025 tercatat mencapai 5,32 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Selain peningkatan pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan berbagai instrumen ekonomi lain seperti peningkatan investasi, penguatan daya beli masyarakat, serta perluasan pasar ekspor untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah. (RED)