Oleh indsmart
4 weeks ago
Indsmart.co, Sukabumi – Pemerintah Kota Sukabumi mulai menggeser fokus pembangunan infrastruktur 2026 ke arah optimalisasi aset daerah yang selama ini kurang produktif. Salah satunya melalui rencana revitalisasi Gedung Aher yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan kesenian kota.
Langkah itu ditinjau langsung Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana saat mengunjungi Gedung Aher, Jumat (23/1/2026), bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi. Kunjungan tersebut difokuskan pada evaluasi kondisi teknis bangunan yang selama ini dinilai belum layak digunakan secara optimal.
Bobby menegaskan, pembangunan infrastruktur tahun ini tidak hanya diarahkan pada proyek jalan, tetapi juga pembenahan aset daerah agar memiliki fungsi ekonomi dan sosial yang lebih jelas.
“Banyak aset bangunan milik pemerintah yang belum dimaksimalkan. Gedung Aher salah satunya. Kita ingin memastikan aset daerah memberi manfaat nyata, terutama bagi masyarakat dan komunitas seni,” ujar Bobby.
Menurutnya, kendala utama Gedung Aher terletak pada persoalan teknis, seperti kualitas akustik yang kurang memadai dan sirkulasi udara yang tidak nyaman. Kondisi tersebut membuat gedung sulit digunakan untuk pertunjukan seni maupun kegiatan kebudayaan skala menengah hingga besar.
Pemerintah Kota Sukabumi saat ini tengah menyusun perencanaan teknis revitalisasi. Tahap persiapan ditargetkan berlangsung pada Februari hingga April 2026, dengan pelaksanaan fisik diproyeksikan dimulai Mei 2026 dan estimasi pengerjaan sekitar lima bulan.
Revitalisasi akan difokuskan pada perbaikan sistem akustik melalui pemasangan peredam suara, penataan sirkulasi udara, serta pembenahan fasilitas pendukung seperti pencahayaan, panggung, dan sistem kelistrikan.
Pemkot berharap, setelah direvitalisasi, Gedung Aher tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga simpul aktivitas seni dan budaya yang berkelanjutan.
Keberadaan pusat kesenian ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem kreatif sekaligus menghidupkan kembali aset daerah yang sebelumnya kurang termanfaatkan.
Editor : Redaksi