Oleh indsmart
6 months ago
Indsmart.co, Sukabumi – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, blusukan ke Kampung Cilawang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Rabu (7/8/2025). Dalam sosialisasi program Bangga Kencana bersama BKKBN, Kang Zainul menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
“Harus diingat, usia emas itu 1.000 hari sejak hamil. Kalau di masa itu anak dapat asupan gizi baik, tumbuh kembangnya akan maksimal,” kata Zainul di hadapan ratusan warga.
Kang Zainul lalu membagikan kisah perjuangan Ibunda Nabi Muhammad SAW yang melahirkan tanpa memiliki ASI. “Ibunda Nabi saat melahirkan tidak memiliki ASI karena melahirkan lewat bedah. Di Arab, ada kebiasaan orang-orang Badui menyusui bayi. Itu artinya apa? Ibunda Nabi sangat memperhatikan soal stunting. Beliau gigih mencari orang yang menyusui Nabi agar tumbuh sehat,” ujarnya.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, turut hadir memberikan paparan soal pengendalian penduduk dan peningkatan kualitasnya.
“Penduduk harus dikendalikan dan berkualitas. Yang paling berat itu bagaimana mencetak penduduk berkualitas,” kata Uus.
Ia menjelaskan, kualitas penduduk dibagi tiga klaster: keluarga rentan (ekonomi dan fisik lemah), keluarga berkembang (Sukabumi saat ini berada di kategori ini), dan keluarga tangguh (target pemerintah pusat).
“Rata-rata pendidikan di Sukabumi baru 8 tahun. Padahal, keluarga tangguh minimal pendidikannya SMA. Wajib belajar bukan lagi 9 tahun, tapi 12 tahun. Hanya pendidikan yang bisa memutus rantai kemiskinan,” tegasnya.
Uus juga menekankan bahwa pengendalian stunting menjadi salah satu jalan menuju keluarga berkualitas. Tim Pendamping Keluarga (TPK) berperan mulai dari pendampingan pra-nikah, pemeriksaan ibu hamil minimal enam kali, hingga memastikan kehamilan sehat.
“Bapak-bapak juga bisa jadi pelopor pendamping stunting. Ingat, tumbuh itu fisik, berkembang itu psikis. Dua-duanya harus seimbang,” pungkasnya. (**)