Oleh indsmart
4 months ago
Indsmart.co, Sukabumi – Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menilai daerah seperti Sukabumi memiliki potensi besar untuk mencetak tenaga kerja muda berkualitas yang bisa bersaing hingga ke luar negeri. Ia mendorong para lulusan SMK dan SMA di daerah agar tak ragu memanfaatkan peluang besar program pemagangan dan penempatan kerja ke Jepang.
Menurut Zainul, selama ini banyak kesempatan kerja internasional justru diambil peserta dari kota besar karena kesiapan dan informasi yang belum merata. Padahal, katanya, daerah seperti Sukabumi memiliki banyak anak muda dengan semangat tinggi dan kemampuan yang bisa diasah.
“Peluangnya besar, tapi banyak anak daerah belum tahu atau belum siap. Pemerintah dan sekolah harus turun tangan menyiapkan mereka, supaya tidak hanya jadi penonton dari jauh,” ujar Zainul saat menghadiri sosialisasi program magang ke Jepang di Islamic Center Kota Sukabumi, Jumat (24/10).
Kegiatan tersebut digelar bersama PT Mojo Indonesia Group dan Himpunan Sekolah SMK Nahdlatul Ulama (Seminu), serta dihadiri sekitar 70 perwakilan SMK, pakar pendidikan Kiai Arifin Junaedi, dan perwakilan dari pihak Jepang.
Zainul menjelaskan, program magang ke Jepang merupakan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan intensif selama empat hingga enam bulan sebelum diberangkatkan, dengan kontrak kerja minimal dua tahun.
“Ini bukan jalur ilegal, dan tidak dipungut biaya. Semua resmi dan transparan. Peserta bahkan bisa memperpanjang kontrak bila kinerjanya bagus,” tegas politisi PKB itu.
Zainul memaparkan, pemerintah Jepang setiap tahun membuka sekitar 200 ribu formasi kerja di 14 sektor industri, mulai dari perhotelan, konstruksi, pertanian, hingga transportasi. Namun, Indonesia baru mampu mengirim sekitar 30 ribu tenaga magang sejauh ini.
“Artinya, peluangnya masih sangat luas. Kalau dari Sukabumi saja bisa mengirim seribu peserta tiap tahun, itu luar biasa,” ujarnya optimistis.
Selain meningkatkan kompetensi dan pendapatan, Zainul menilai program ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran karakter kerja.
“Jepang terkenal dengan disiplin dan etos kerja tinggi. Anak-anak kita bisa belajar banyak dari sana, lalu pulang membawa pengalaman dan mental pekerja keras,” kata Zainul.
Ia berharap pemerintah daerah dan lembaga pendidikan lebih aktif menjalin kerja sama dengan lembaga resmi seperti PT Mojo Indonesia Group, agar proses rekrutmen dan pelatihan berjalan aman serta terarah.
“Kalau semua pihak bergerak bersama, kita bisa membuka jalan baru bagi anak muda daerah untuk menjemput masa depan lebih baik,” pungkasnya.
Editors : Alan