Oleh indsmart
5 months ago
Indsmart.co, Sukabumi – Dugaan keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sukabumi mulai terungkap penyebabnya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sukabumi, (23/9). Pada hasil uji laboratorium tersebut dipaparkan dari tiga lokasi Sekolah Penyelenggara Pemberian Gizi (SPPG) yang terdampak. Hasilnya, ditemukan kontaminasi jamur dan bakteri pada sejumlah menu makanan, meskipun pola penyebab berbeda di tiap lokasi.
Hasil Lab SPPG Cidolog
Sampel makanan yang diperiksa meliputi nasi uduk, tempe orek, acar bumbu kuning, telur dadar, dan semangka. Dari uji mikrobiologi Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat, ditemukan:
Kontaminasi ini kemungkinan terjadi akibat penyimpanan bahan makanan pada suhu ruang terlalu lama, yang memberi peluang pertumbuhan mikroba berbahaya.
Hasil Lab SPPG Parakansalak
Jenis makanan yang diuji mencakup nasi putih, telur, orek tahu, sayuran, semangka, dan susu. Hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri Bacillus cereus pada telur.
Bakteri ini umum ditemukan pada produk pangan dan mampu bertahan dalam kondisi panas. Apalagi setelah telur dimasak, racun (toksin) yang dihasilkan Bacillus cereus tidak bisa hilang sepenuhnya.
SPPG Cibadak: Masih Menunggu Hasil
Untuk lokasi Cibadak, hingga kini hasil uji laboratorium belum dirilis. Dinkes menyebut pemeriksaan masih dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminasi serupa.
Pola Penyebab Berbeda di Tiap Lokasi
Meski sama-sama masuk dalam kategori dugaan keracunan MBG, hasil uji menunjukkan pola penyebab berbeda:
Faktor Risiko: Penyimpanan & Distribusi MBG
Kontaminasi bakteri maupun jamur pada makanan MBG mengindikasikan lemahnya rantai pengawasan, mulai dari penyimpanan bahan, proses memasak, hingga distribusi ke siswa. Beberapa faktor risiko yang teridentifikasi antara lain:
Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa gizi gratis harus diikuti dengan jaminan keamanan pangan, agar niat mulia meningkatkan kesehatan siswa tidak membusuk menjadi ancaman bagi mereka.