Sejarah Jakarta Dari Sunda Kelapa hingga Kota Metropolitan

Indsmart.co, Jakarta-Dari pelabuhan rempah-rempah bernama Sunda Kelapa hingga menjadi pusat pemerintahan modern, Jakarta menyimpan kisah sejarah yang panjang dan menarik, cerita ini mengupas perjalanan kota Jakarta melalui berbagai era—Jayakarta, Batavia, hingga menjadi ibu kota Republik Indonesia. Sebuah cerita tentang kekuasaan, perjuangan, dan transformasi kota terbesar di Indonesia.

Jakarta merupakan salah satu kota dengan sejarah paling panjang dan penuh warna di Asia Tenggara. Kota ini telah melalui berbagai era kekuasaan, pergantian nama, dan transformasi sosial yang membentuknya menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya seperti sekarang. Mari kita telusuri jejak sejarah Jakarta dari masa ke masa.

Sebelum dikenal sebagai Jakarta, wilayah ini bernama Sunda Kelapa. Pada abad ke-5 hingga awal abad ke-16, pelabuhan ini berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sunda Pajajaran. Letaknya yang strategis menjadikan Sunda Kelapa sebagai pusat perdagangan penting. Kapal-kapal dari Arab, India, Tiongkok, dan bahkan Eropa sering singgah di sini untuk berdagang rempah-rempah dan hasil bumi lainnya.

 

Pada 22 Juni 1527, seorang panglima dari Kesultanan Demak bernama Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari kekuasaan Portugis. Ia mengganti nama kota menjadi Jayakarta, yang berarti “Kemenangan yang sempurna.” Tanggal ini kemudian diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Kota Jakarta.

Jayakarta berkembang menjadi kota pelabuhan yang kuat dengan nuansa Islam yang kental. Namun, masa kejayaan ini tidak berlangsung lama karena kedatangan kekuatan kolonial baru dari Eropa.

Pada tahun 1619, pasukan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dari Belanda menyerang dan menghancurkan Jayakarta. Mereka mendirikan kota baru bernama Batavia, yang dijadikan pusat pemerintahan Hindia Belanda. Batavia dikenal dengan tata kotanya yang bergaya Eropa, kanal-kanal, dan bangunan kolonial yang megah.

Namun, dibalik kemegahannya, Batavia juga terkenal dengan kondisi lingkungan yang buruk, seperti wabah penyakit akibat buruknya sanitasi di kanal-kanal.

Ketika Perang Dunia II meletus, Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942. Batavia pun berganti nama menjadi Jakarta untuk menggantikan jejak kolonial Belanda. Meskipun pendudukan Jepang hanya berlangsung selama tiga tahun, dampaknya sangat besar. Banyak bangunan dialihfungsikan, ekonomi digerakkan untuk mendukung perang, dan semangat kemerdekaan rakyat Indonesia makin menguat.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Jakarta ditetapkan sebagai ibu kota negara. Sejak saat itu, kota ini tumbuh pesat menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan budaya nasional. Pada tahun 1966, Jakarta resmi diberi status sebagai Daerah Khusus Ibukota (DKI).

Kini, Jakarta adalah megapolitan dengan lebih dari 10 juta penduduk, menjadi rumah bagi beragam budaya dan etnis. Namun, kota ini juga menghadapi tantangan serius seperti banjir, kemacetan, dan kepadatan penduduk.

Pada tahun 2022, pemerintah mengumumkan rencana pemindahan ibu kota negara ke Nusantara di Kalimantan Timur. Meski begitu, Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi dan simbol sejarah Indonesia.

Sejarah Jakarta mencerminkan perjalanan panjang Indonesia sebagai bangsa. Dari pelabuhan kuno Sunda Kelapa hingga menjadi kota metropolitan modern, Jakarta adalah saksi bisu perubahan zaman. Mengenal sejarahnya berarti menghargai warisan yang membentuk identitas kota ini.