Oleh indsmart
1 year ago
Indsmart.co, JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengadakan diskusi penting dengan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membahas pengembangan usaha ekonomi kreatif (ekraf) di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Teuku menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha di sektor perhotelan dan restoran dengan pelaku usaha ekraf untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Faktanya, sektor ekraf dan pariwisata makin kuat dampaknya dalam penyerapan tenaga kerja,” ujar Teuku Riefky, seperti yang dikutip dari siaran pers Kemenekraf di Jakarta pada Jumat (10/1/2025).
Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari tingkat daerah. “Ke depan, 17 sub-sektor ekonomi kreatif harus diberi stimulus untuk terus bergerak, terutama dalam mendorong ekonomi kreatif di daerah,” tambahnya.
Kolaborasi dengan Sektor Perhotelan dan Restoran
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan bahwa kerja sama antara sektor ekraf dengan pelaku usaha hotel dan restoran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Salah satunya adalah penyediaan produk ekraf untuk memenuhi kebutuhan di hotel dan restoran.
“Kerja sama juga bisa dilakukan dalam pengembangan animasi dan permainan (game),” jelas Irene. “Potensi kolaborasi pada sektor ekonomi kreatif akan masuk pada jaringan pemasaran, dan kita bisa memainkan IP (Intellectual Property) lokal untuk memperkuat merek kreatif Indonesia.”
Irene juga menyebutkan bahwa Kemenekraf telah meluncurkan Program Re(Kreasi) Lokal, yang menawarkan fasilitas seperti konsol permainan lokal dan kuliner lokal di beberapa hotel yang tergabung dalam jaringan Artotel Group, yang juga merupakan bagian dari PHRI.
PHRI Sambut Positif Kerja Sama
Ketua Umum PHRI, Hariyadi BS Sukamdani, menyambut baik inisiatif Kemenekraf. Ia menyatakan bahwa terdapat banyak peluang kerja sama antara pelaku usaha ekonomi kreatif dengan pelaku usaha di sektor perhotelan dan restoran.
“Banyak sekali keterkaitan atau irisan antara industri kreatif dan pariwisata. Harapan kami, kolaborasi ini bisa meningkatkan nilai tambah bagi ekonomi kreatif, terutama dalam penyelenggaraan event seperti festival budaya, festival musik, dan festival kesenian yang bisa melibatkan jaringan hotel dan restoran di Indonesia,” kata Hariyadi.
Ekonomi Kreatif dan Pariwisata: Pilar Penting Ekonomi Nasional
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara dua sektor yang saling melengkapi, yakni ekonomi kreatif dan pariwisata.
Dengan kolaborasi yang terarah, diharapkan ekonomi kreatif tidak hanya mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat daya saing lokal, dan meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Melalui kerja sama strategis ini, Kemenekraf dan PHRI optimistis dapat membangun ekosistem yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan inovatif, sehingga ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan. (bbs)
Editor : Alan