Jelang Bocimi Sesi 3 Walikota Ultimatum Tuntaskan 5 Masalah Ini!

Gedung Balai Kota Sukabumi, saksi perjalanan dari masa kolonial hingga era modern. l Foto : Istimewa
Gedung Balai Kota Sukabumi, saksi perjalanan dari masa kolonial hingga era modern. l Foto : Istimewa

Indsmart.co, SukabumiPemerintah Kota Sukabumi menggelar rapat strategis di ruang operasional Setda (Oproom Setda), Jumat (11/7/2025), yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki dan didampingi Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Rapat ini dihadiri oleh Sekda Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, para Asisten Daerah, Staf Ahli, serta perwakilan dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Agenda utama rapat ini adalah menyikapi dan menindaklanjuti lima persoalan besar yang dinilai sangat mendesak dan strategis dalam proses pembangunan Kota Sukabumi ke depan.

Lima Persoalan Prioritas

Dalam arahannya, Wali Kota Ayep Zaki mengungkapkan bahwa terdapat lima isu utama yang harus segera ditangani secara serius, yakni:

  1. Pengelolaan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Sampah
    Wali kota menyebutkan, pengelolaan TPA sudah lebih dari satu dekade tidak mendapat penanganan optimal. Kondisi ini kini menjadi darurat dan harus dituntaskan dengan solusi yang konkret dan cepat.
  2. Pasar Pelita
    Terkait stagnasi pembangunan Pasar Pelita, wali kota membuka opsi penjualan saham ke pihak ketiga karena pengembang saat ini terkendala masalah pendanaan. Upaya ini dinilai perlu agar roda ekonomi pasar kembali bergerak.
  3. Penataan Sistem Parkir
    Penataan ulang sistem parkir juga menjadi perhatian, khususnya di titik-titik strategis seperti Jalan Lettu Bakri, Julius Usman, dan Pasundan. Penataan ini ditargetkan rampung pada Juli–Oktober 2026 guna mendukung mobilitas dan kenyamanan warga.
  4. Pembenahan Manajemen PDAM
    Ayep Zaki meminta Sekda segera melakukan perombakan manajemen PDAM. Menurutnya, perusahaan daerah ini terus merugi dan berdampak pada buruknya layanan air bersih bagi masyarakat.
  5. Relasi dengan Investor dan Pengembang
    Permasalahan birokrasi yang memperlambat kerja sama dengan pengembang dan investor turut menjadi sorotan. Wali kota mengingatkan pentingnya menciptakan iklim investasi yang sehat dengan pelayanan yang cepat dan pasti.

“Kalau lima persoalan ini tidak segera ditangani secara terstruktur, maka kita akan menghadapi masalah serius dalam pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan,” tegas Ayep Zaki.

Wakil Wali Kota Bobby Maulana menegaskan bahwa seluruh OPD terkait harus bergerak cepat menindaklanjuti arahan wali kota. Ia menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi dampak positif dari pembukaan Tol Bocimi Sesi 3 dalam waktu dekat.

“Kita tidak bisa berjalan lambat. Investor akan datang, dan kita harus siap menyambut. Ini soal keberanian dan kesiapan mental pelayanan,” ujar Bobby.

Ia juga mengungkapkan adanya keluhan warga yang mengadukan masalah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ke rumah dinasnya. Menyikapi hal itu, ia meminta agar segera dilakukan kajian teknis yang matang dan sosialisasi yang memadai kepada publik.

Baik wali kota maupun wakil wali kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen mewujudkan sistem pemerintahan yang responsif, efisien, dan berorientasi pada hasil.

“Jangan sampai rencana besar yang sudah kita susun dengan matang justru gagal karena kurangnya keberanian dan sinergi,” tandas Bobby.

Rapat strategis ini menjadi titik awal untuk menyusun langkah-langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial. Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan percepatan penyelesaian kelima isu tersebut sebagai bagian dari komitmen menuju Kota Sukabumi Bercahaya sebuah kota yang sehat, berkembang, dan ramah investasi.

 

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini