Gen Z dan Gaya Hidup Baru: YONO hingga Throning

images (29)

Indsmart.co, JAKARTA – Generasi Z kembali menciptakan tren baru yang mencerminkan cara hidup mereka yang unik dan dinamis. Berbeda dengan generasi sebelumnya, anak muda saat ini lebih sadar akan pentingnya keseimbangan hidup, keberlanjutan lingkungan, dan kesehatan mental.

Tren-tren terbaru yang muncul di kalangan Gen Z meliputi gaya hidup minimalis, pengelolaan waktu kerja yang lebih fleksibel, hingga fenomena nostalgia dalam hiburan.

Berikut beberapa tren yang tengah viral di kalangan Gen Z Indonesia:

YONO (You Only Need One): Hidup Minimalis, Anti Boros

Tren YONO (You Only Need One) semakin populer di kalangan anak muda yang ingin mengurangi konsumsi berlebihan. Konsep ini menekankan kepemilikan barang yang lebih sedikit namun berkualitas tinggi dan fungsional.

YONO juga didorong oleh kesadaran lingkungan, di mana semakin banyak anak muda yang memahami dampak industri fashion cepat (fast fashion) dan konsumsi berlebihan terhadap bumi.

Pensiun Mini: Jeda Karier Demi Kesehatan Mental

Di tengah tekanan kerja dan gaya hidup serba cepat, banyak Gen Z mulai menerapkan konsep “pensiun mini” atau jeda singkat dari dunia kerja untuk menjaga kesehatan mental. Mereka memilih untuk mengambil cuti panjang atau bahkan resign sementara guna menghindari burnout.

Menurut survei yang dilakukan oleh sebuah platform karier, lebih dari 60 persen pekerja muda di Indonesia mengaku mengalami stres akibat pekerjaan. Salah satu solusinya adalah dengan mengambil waktu istirahat untuk melakukan perjalanan, belajar hal baru, atau sekadar menikmati hidup tanpa tekanan profesional.

Throning: Fenomena Mencari Pasangan Berdasarkan Status Sosial

Dalam dunia kencan modern, istilah “throning” kini semakin populer di kalangan anak muda. Throning menggambarkan tren di mana seseorang mencari pasangan dengan status sosial yang lebih tinggi atau memiliki pengaruh besar untuk meningkatkan citra diri mereka.

Fenomena ini terlihat jelas di media sosial, di mana banyak individu memilih pasangan berdasarkan popularitas, jumlah pengikut, atau status ekonomi. Namun, tren ini juga menuai kritik karena dianggap lebih berorientasi pada keuntungan pribadi daripada cinta sejati.

Nostalgia dalam Hiburan: Kembalinya Era 90-an dan 2000-an

Gen Z semakin menunjukkan kecintaan mereka terhadap tren masa lalu. Mulai dari musik, fashion, hingga film, banyak anak muda yang kembali menggemari gaya hidup era 90-an dan awal 2000-an.

Konser bertema retro semakin diminati, sementara mode seperti celana longgar, crop top, dan kacamata kecil kembali menjadi tren. Tak hanya itu, kaset dan CD yang sempat tergeser oleh digital streaming kini mulai memiliki tempat di hati anak muda sebagai barang koleksi.

Beberapa pendapat menyebut bahwa tren nostalgia ini muncul sebagai bentuk pelarian dari tekanan kehidupan modern. Nostalgia memberikan kenyamanan emosional. Bagi Gen Z, menghidupkan kembali tren lama adalah cara untuk menemukan identitas dan koneksi dengan masa lalu.

Tren yang berkembang di kalangan Gen Z ini menunjukkan perubahan pola pikir dan gaya hidup yang semakin sadar akan keseimbangan hidup, keberlanjutan, dan kesehatan mental. Dengan cepatnya perkembangan media sosial dan teknologi, tren ini kemungkinan akan terus berkembang, mencerminkan nilai-nilai serta aspirasi generasi muda saat ini.

Editor: Alan

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini