Oleh indsmart
5 months ago
Indsmart.co, Jakarta- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI) akan mulai disalurkan ke bank umum pada Jumat (12/9).
Purbaya mengungkapkan ada enam bank yang akan menerima kucuran dana jumbo tersebut, terdiri dari empat bank konvensional dan dua bank syariah. Namun, ia enggan merinci secara detail nama-nama bank penerima, termasuk dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang beranggotakan BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
“Ada (bank) syariah dua,” ujar Purbaya usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, Kamis (11/9).
Menurutnya, porsi penempatan dana di masing-masing bank akan berbeda. “Ada proporsinya beda-beda. Malam ini saya tanda tangan, besok sudah masuk ke bank-bank itu,” tegas Purbaya.
Langka ini disebut menjadi upaya awal Purbaya yang baru dilantik pada Senin (8/9) untuk menggerakkan kembali perekonomian yang lesu. Ia mengklaim sudah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Saya sudah lapor ke Presiden, ‘Pak, saya akan taruh uang ke sistem perekonomian’. Saya (Kemenkeu) punya Rp425 triliun di BI, cash. Besok saya taruh Rp200 triliun,” ujarnya.
Purbaya menilai sistem keuangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir terlalu kering, sehingga berdampak pada perlambatan ekonomi dan minimnya lapangan kerja. “Karena ada kesalahan kebijakan di situ, moneter dan fiskal,” tambahnya.
Sebagai catatan, dana pemerintah yang diparkir di BI antara lain berasal dari sisa anggaran lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (SILPA).