Zainul Munasichin Gaungkan Bangga Kencana di Sukabumi: Bukan Sekadar Kontrasepsi!

Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin berinteraksi dengan peserta saat sosialisasi Program Bangga Kencana di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jum'at (27/6). | Foto istimewa
Anggota Komisi IX DPR RI Zainul Munasichin berinteraksi dengan peserta saat sosialisasi Program Bangga Kencana di Gedung Juang 45 Sukabumi, Jum'at (27/6). | Foto istimewa

Indsmart.co, Sukabumi – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Zainul Munasichin, kembali turun ke masyarakat dengan menggencarkan sosialisasi Program Bangga Kencana. Bertempat di Gedung Juang ’45 Kota Sukabumi, Jumat (27/6/2025), kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat soal pentingnya pembangunan keluarga dan isu kependudukan.

“Bangga Kencana itu bukan cuma soal alat kontrasepsi,” tegas Zainul dalam sambutannya. “Ini soal bagaimana kita membentuk keluarga yang sehat lahir batin, berdaya saing, dan siap menyambut masa depan Indonesia Emas 2045.”

Dalam sosialisasi yang didukung oleh BKKBN ini, Zainul menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pembangunan keluarga—mulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, hingga penguatan peran orang tua dalam mendidik generasi muda.

Menurutnya, keluarga adalah fondasi utama dalam pembangunan bangsa. “Kalau keluarganya kuat, negara pasti kuat. Tapi untuk itu, perlu informasi yang tepat dan akses layanan yang adil,” katanya di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Tak hanya Zainul, sejumlah tokoh penting juga turut ambil bagian dalam acara ini, di antaranya Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi Yadi Mulyadi, Ketua PCNU Kota Sukabumi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan perempuan dari berbagai kecamatan di Kota Sukabumi.

Zainul yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP PKB itu menyebut peran lintas sektor sangat vital dalam keberhasilan program ini. “Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat jadi kunci. Jangan hanya berharap pada satu pihak,” ujarnya.

Program Bangga Kencana sendiri merupakan inisiatif strategis BKKBN yang mengedepankan pendekatan keluarga sebagai pusat pembangunan. Fokusnya tak lagi hanya pada jumlah kelahiran, tetapi juga kualitas sumber daya manusia sejak dari rumah.

Acara berlangsung hangat dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta diberikan ruang menyampaikan pengalaman, tantangan, dan harapan dalam mengelola keluarga serta menghadapi isu-isu kependudukan yang berkembang saat ini.

“Kami berharap masyarakat semakin paham bahwa program ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga milik kita semua,” pungkas Zainul.

Editors: Alan

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini