Oleh indsmart
9 months ago
Indsmart.co, Jakarta – Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menyambut baik peluncuran program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program ini dinilai sebagai langkah strategis melanjutkan upaya pemerintah dalam menata kawasan nelayan agar lebih produktif, modern, dan berdaya saing.
Namun, KPPMPI menegaskan bahwa pelaksanaan program KNMP harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat pesisir dan tidak disamaratakan di seluruh daerah.
Program ini tidak bisa dibangun dengan pola seragam. Harus ada pendekatan yang inklusif, karena karakter wilayah pesisir sangat beragam, kata Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/6/2025).
Menurut Hendra, keterlibatan generasi muda pesisir menjadi kunci keberhasilan KNMP. Ia menyebut, pemuda harus diberi ruang dalam pendidikan dan pelatihan, baik formal maupun non-formal, agar mereka bisa menjadi motor penggerak pembangunan wilayah pesisir.
“Mimpi pemuda pesisir adalah agar KNMP bisa meningkatkan keterampilan mereka. Jika diberi kesempatan, mereka bisa memperkuat hilirisasi perikanan mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pemasaran produk,” ujarnya.
Hendra menilai, jika diberdayakan dengan serius, pemuda pesisir bukan hanya bisa menciptakan lapangan kerja di kampungnya sendiri, tetapi juga menarik tenaga kerja dari kota.
“Bukan tak mungkin, ke depan justru pemuda kota yang datang ke pesisir untuk mencari pekerjaan,” ucap Hendra optimistis.
Lebih jauh, Hendra menyoroti perlunya pelatihan teknis, seperti pembuatan kapal perikanan berbahan fiber. Ia menyebut, kapal fiber adalah solusi dari langkanya bahan baku kayu, namun stigma terhadap kapal jenis ini masih kuat.
“KNMP bisa jadi jawaban dengan membekali pemuda pesisir kemampuan membuat kapal fiber. Jika ada workshopnya di kampung, masalah ketersediaan kapal bisa diatasi secara lokal,” jelasnya.

Membangun Fondasi Keberlanjutan
KPPMPI juga menekankan bahwa keberhasilan program KNMP sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah pesisir. Karena itu, pendidikan harus menjadi salah satu prioritas utama.
“Tanpa pendidikan, tidak ada jaminan program ini akan berdampak jangka panjang. Harus ada alokasi khusus dari anggaran KNMP untuk pengembangan SDM,” kata Hendra.
Ia berharap program seperti Koperasi Desa Merah Putih yang digagas pemerintah bisa benar-benar berfungsi menyejahterakan masyarakat, bukan sekadar program simbolik yang cepat habis dan minim dampak.
Di akhir pernyataannya, Hendra menyampaikan mimpi besar KPPMPI menjadikan kampung nelayan sebagai pusat perdagangan dan peradaban.
“Kami ingin kampung nelayan kembali makmur dan memakmurkan. Pemuda pesisir harus mendapatkan pendidikan dan penghidupan dari dan untuk laut,” pungkasnya.
Editors: Alan