Resmi Dibentuk, Danantara Itu Untuk Apa?

202502031938-main.cropped_1738586340

Indsmart.co, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Muliaman D. Hadad sebagai Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam upaya besar untuk memajukan perekonomian Indonesia. Pelantikan ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan dan mengelola aset negara yang tersebar di BUMN besar serta lembaga terkait, agar lebih terkoordinasi dan terkelola dengan baik.

Danantara, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia, memiliki filosofi “Daya Anagata Nusantara” yang mengandung makna kekuatan masa depan bagi Indonesia. Nama ini mencerminkan semangat baru dalam menghadapi tantangan global, menciptakan peluang baru, dan mengarah pada pembangunan ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.

Badan ini nantinya akan mengelola tujuh BUMN besar, termasuk Bank Mandiri, BRI, BNI (perbankan), Pertamina, PLN (energi), Telkom (telekomunikasi), dan Mind ID (pertambangan), dengan total aset sekitar 9.600 triliun rupiah.

Memenuhi Kebutuhan Infrastruktur dan Ekonomi

Walaupun Indonesia sudah memiliki Indonesia Investment Authority (INA) yang bertugas mengelola dan mengembangkan aset negara, Danantara dibentuk dengan tujuan yang lebih strategis. Danantara bertanggung jawab langsung kepada Presiden dan akan menjadi holding BUMN terbesar, sementara INA yang bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan akan diintegrasikan ke dalam Danantara dalam jangka panjang.

Pengelolaan yang dilakukan oleh Danantara bertujuan untuk mendukung visi besar Presiden Prabowo dalam membuka lapangan kerja, melanjutkan pembangunan infrastruktur, pemerataan ekonomi, serta pemberantasan kemiskinan. Untuk itu, selain mengandalkan anggaran negara, Danantara akan memaksimalkan potensi investasi dan pengelolaan aset negara guna memenuhi kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.

Mendorong Tata Kelola BUMN yang Lebih Profesional

Danantara juga akan fokus pada implementasi hands-on ownership dan hands-on management dalam pengelolaan BUMN, di mana pemerintah tetap berperan aktif sebagai pemegang saham utama, tetapi memberi ruang bagi manajemen profesional di masing-masing BUMN untuk beroperasi secara efektif. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan manajemen, tata kelola yang baik akan tercipta, diiringi dengan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap langkah.

Demi menciptakan pengelolaan yang lebih efisien, perlu dilakukan revisi Undang-Undang BUMN untuk mengakomodasi keberadaan Danantara sebagai lembaga baru yang berperan strategis dalam pengelolaan aset negara. Hal ini penting agar koordinasi antara pemegang saham dan manajemen BUMN lebih terstruktur dan dapat bekerja sama untuk mencapai target pembangunan nasional.

Danantara: Potensi Sebagai Sovereign Wealth Fund Terbesar

Danantara, yang menggunakan tagline “Untuk Indonesia Setara,” akan berfungsi serupa dengan Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain. SWF adalah dana yang dikelola negara untuk stabilisasi ekonomi, diversifikasi sumber pendapatan, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan pengelolaan yang profesional, Danantara akan menjadi SWF terbesar keempat di dunia, mengalahkan negara-negara besar seperti Norwegia dan Uni Emirat Arab.

Sebagai SWF terbesar, Danantara akan memainkan peran kunci dalam mengelola kekayaan negara, terutama dengan memanfaatkan surplus anggaran, dividen dari BUMN, serta hasil ekspor komoditas untuk berinvestasi dalam berbagai sektor. Ini akan memberikan Indonesia peluang untuk memperkuat ekonomi dan membangun infrastruktur yang lebih baik untuk masa depan.

Dampak Danantara bagi Pengelolaan BUMN dan Pembangunan Infrastruktur

Sebagai badan pengelola investasi, Danantara diharapkan dapat mendukung BUMN dalam pendanaan proyek-proyek strategis tanpa bergantung pada anggaran negara atau utang konvensional. Dengan adanya pendanaan alternatif ini, BUMN dapat lebih fokus pada peningkatan kinerja operasional dan efisiensi, terutama dalam proyek-proyek infrastruktur penting seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, dan bandara.

Danantara tidak hanya akan menjadi sumber dana, tetapi juga katalis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN di Indonesia. Melalui kerja sama dengan mitra investor domestik dan internasional, Danantara akan membawa standar tata kelola yang tinggi dan transparansi dalam setiap proyek yang dibiayai.

Harapan untuk Masa Depan Indonesia

Dengan pembentukan Danantara, pemerintah Indonesia berharap dapat menciptakan ekonomi yang lebih tangguh dan berdaya saing. Badan ini diharapkan akan mengelola aset negara secara lebih optimal, memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan nasional, serta mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai lembaga yang berfokus pada pengelolaan investasi dan pengembangan aset negara, Danantara diharapkan akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sejahtera, berdaya saing tinggi, dan berbasis pada tata kelola yang lebih baik.

Penulis: M. Rizky | Editor: Alan

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini