Strategi Gen Z Hadapi Fluktuasi Harga Kopi Imbas Konflik Geopolitik

images (32)_1

Indsmart.co, JAKARTA – Harga kopi bubuk domestik terus mengalami kenaikan, dipicu oleh konflik geopolitik global yang mengganggu rantai pasokan serta biaya produksi yang meningkat. Meskipun Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia, masyarakat tetap merasakan dampaknya.

Menurut data Kementerian Pertanian 2022-2025, produksi kopi Indonesia mencapai 789.000 ton per tahun, terdiri dari 150.000 ton arabika dan 600.000 ton robusta. Sementara ekspor bersih diperkirakan naik dari 420.000 ton pada 2024 menjadi 427.000 ton pada 2025, konsumsi domestik justru turun dari 368.000 ton menjadi 361.000 ton. Pada Januari-September 2024, ekspor kopi Indonesia mencapai 342.000 ton dengan nilai $1,49 miliar (Rp 23 triliun), dengan negara tujuan utama Amerika Serikat, Mesir, Jerman, dan Malaysia.

Namun, kenaikan harga kopi di pasar domestik tetap menjadi perhatian, terutama bagi Generasi Z yang menjadikan kopi sebagai bagian dari gaya hidup. Lalu, bagaimana cara mereka menghadapi situasi ini?

Strategi Gen Z dalam Menghadapi Kenaikan Harga Kopi

1. Beralih ke Kopi Lokal dan Produk Langsung dari Petani

Daripada membeli kopi di kafe atau merek besar, Gen Z bisa mulai mendukung kopi lokal dari petani langsung melalui platform e-commerce atau komunitas kopi. Selain lebih murah, ini juga membantu meningkatkan kesejahteraan petani kopi dalam negeri.

2. Mengurangi Konsumsi di Kafe, Mulai Seduh Sendiri

Harga secangkir kopi di kafe semakin mahal seiring kenaikan harga bahan baku dan operasional. Dengan menyeduh kopi sendiri di rumah menggunakan alat sederhana seperti French press atau V60, biaya yang dikeluarkan bisa lebih hemat.

3. Memanfaatkan Promo dan Diskon

Banyak kedai kopi dan platform belanja online menawarkan diskon atau cashback untuk pembelian kopi. Gen Z dapat memanfaatkan promo tersebut untuk mengurangi pengeluaran.

4. Mencari Alternatif Minuman

Jika harga kopi terus naik, alternatif lain seperti teh, cokelat panas, atau minuman herbal bisa menjadi pilihan sementara tanpa mengurangi kenikmatan menikmati minuman favorit.

5. Memantau Tren Harga dan Mengatur Budget

Mengikuti perkembangan harga kopi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi dapat membantu dalam perencanaan keuangan. Jika harga sedang tinggi, mengurangi konsumsi atau membeli dalam jumlah besar untuk stok bisa menjadi solusi.

Dengan langkah-langkah ini, Generasi Z dapat tetap menikmati kopi favorit mereka tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan. Adaptasi dan kesadaran terhadap kondisi ekonomi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang terus berubah. (bbs)

Editor: Alan

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini