Baru Capai 37 Persen, LSP Pro DB Genjot Sertifikasi di Bengkulu

IMG-20250129-WA0014

PEMERINTAHAN – Lembaga Sertifikasi Profesi Profesional Desa Buana (LSP Pro DB) terus menggenjot sertifikasi kompetensi Tenaga Pendamping Profesional Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (TPP Kemendesa PDT) di berbagai daerah. Mutakhir digelar di Provinsi Bengkulu pada tanggal 24-26 Januari 2025.

 

Salah seorang asesor LSP Pro DB, Sofwan Sofyan mengatakan, kegiatan sertifikasi ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi Tenaga Pendamping Profesional, guna mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa-desa seluruh Indonesia.

 

Sertifikasi kompetensi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi TPP lain yang belum tersertifikasi agar dapat segera mengikuti program ini demi peningkatan mutu dan efektivitas kerja di lapangan.

 

“Sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan para TPP memiliki kemampuan yang sesuai standar dan mampu menjalankan tugas dengan optimal di tengah tantangan pembangunan desa yang semakin kompleks,” ujar Sofwan.

 

Selain itu, LSP Pro DB selaku penyelenggara sertifikasi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Kementerian Desa PDT dalam pengembangan SDM TPP se Nusantara di berbagai jenjang. Kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan desa-desa yang mandiri dan sejahtera. Bangun Desa Bangun Indonesia.

 

“Kami berkomitmen untuk membantu mencetak tenaga pendamping yang kompeten, sehingga mereka dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan desa,” tandasnya.

 

Sertifikasi kompetensi ini tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga sebagai alat untuk memastikan keberlanjutan pembangunan desa yang berkualitas. “Ke depan, LSP Pro DB berharap agar seluruh tenaga pendamping di Provinsi Bengkulu dan di Seluruh Nusantara bisa tersertifikasi dan terus berkontribusi dalam membangun desa menuju Indonesia Emas,” tandasnya.

 

Koordinator TAMP Provinsi Bengkulu, Fery Susanto, mengatakan dari 9 kabupaten dan 1 kota madya di Provinsi Bengkulu sedikitnya memiliki 593 TPP dan 219 orang di antaranya telah melakukan sertifikasi kompetensi. Jumlah tersebut dari tingkatan Pendamping Lokal Desa (PLD), Tenaga Pendamping Desa (TPD), dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAMP).

 

“Jumlah TPP se Provinsi Bengkulu yang di SK jumlahnya 593 orang dan yang sudah melakukan sertifikasi kurang lebih 219 orang. Jadi masih ada sekitar 374 orang yang belum melakukan sertifikasi. Saya berharap, kawan-kawan TPP yang belum melakukan sertifikasi segera melakukan sertifikasi,” pintanya.

BeriTA TERKAIT

BeriTA terkini